Senin, 09 November 2009

cerita hidup

kijangku berjalan perlahan di aspal keras .
panas dan berdebu ..
sejuk sekali berada di kijangku .
seorang tua lagi ,
duduk di pinggir aspal .
mengibaskan selendang kusamnya .
menyeka keringat yang bercucuran ,
karena matahari ini tidak pernah bersahabat .
tangannya menengadah ,
seakanakan meminta hujan pada matahari .
tetap saja kepingankepingan rejeki itu tidak jatuh ke tangan .
aku iba .
mungkin dia lelah
terbakar matahari selalu setiap hari .
bahkan saat malam pun tak jelas tempat peristirahatannya .
tubuhnya tergolong gempal ,
syukurlah .
mungkin dia masih bisa mendapat rejeki untuk sesuap nasi .
kijangku terlalu cepat berjalan ,
belum sempat aku memperhatikan lebih dalam .
sampai memutih rambutnya ,
dia tetap bersahabat dengan jalanan ..

23 Juli 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar